Rahasia Kedalaman Alat Detektor Emas

Diperbarui: 5 hari yang lalu

Detektor emas bisa mencapai kedalaman dalam tanah berapa meter?

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah:

  • “Detektor logam bisa deteksi emas dalam tanah sampai kedalaman seperti apa?”

  • Berapa kedalaman detektornya”

  • "Jarak pendeteksiannya berapa dalam?"

​dan lain sebagainya.


Jawaban singkatnya adalah jarak pendeteksian itu tergantung pada beberapa faktor. Ini termasuk mineralisasi tanah, tipe target dan bentuk, serta ukuran dan jenis koil (sensor). Dalam hal ini kami akan mulai dengan menjelaskan mengenai segala faktor yang memiliki pengaruh terhadap jangkauan peralatan mesin detektor logam.


Pada akhir artikel ini, Anda akan mampu menilai kapasitas kedalaman peralatan detektor secara realistis. Oleh karena itu, dengan pemahaman yang lebih baik, pengguna detektor bisa mencapai hasil lebih optimal dibanding dengan pengguna detektor yang tidak memahaminya. Silahkan cek video penjelasannya.





Faktor yang memengaruhi kedalaman

Kami akan membahas semua faktor diatas semuanya secara detail. Kemudian, kami saya juga menyediakan sebuah ringkasan melalui video untuk mempermudah Anda dalam memahaminya.

  • Mineralisasi Tanah

  • Tipe Benda Emas (Karakter Target)

  • Tipe Sensor (Coil)

  • Sumber Interferensi

  • Teknologi Detektor Logam

  • Kesalahan Setingan Pengaturan


Mineralisasi Tanah (dan batuan)


Mari kita mulai dengan faktor mineralisasi tanah. Tanah terbuat dari pasir, materi organik, hewan dan tumbuhan dan juga unsur mineral seperti seng, magnesium dan besi. Mineral ini dapat ditarik dengan magnet. Oleh karena itu, dalam kasus pendeteksian logam, bahan magnetis tersebut mampu menyebabkan gangguan pada medan magnet (magnetic field) yang dihasilkan oleh sensor (coil) detektor logam Anda. Detektor logam dirancang untuk mendeteksi mineral tertentu (emas, perak dan logam mulia, besi, nikel, aluminium, tembaga, dll.) melalui magnetic field. Tingkat mineralisasi (trace minerals) yang tinggi di dalam tanah dapat mengganggu pendeteksian emas dan dapat memengaruhi seberapa dalam jangkauan detektor logam.


Saat jumlah mineral di tanah meningkat, kedalaman dimana detektor logam dapat mendeteksi benda logam dalam tanah mungkin akan berkurang. Itu bisa terjadi karena gangguan pada medan magnetik detektor yang disebabkan oleh unsur magnetik dari mineral dalam tanah. Kadar mineral yang tinggi didalam tanah dapat menyebabkan metal detector menghasilkan sinyal yang salah (false signal / phantom signal). False signal terjadi saat detektor Anda berbunyi “beep” sebagai respon terhadap benda logam yang tidak ada.



Apa Penyebab Mineralisasi Tanah?


Mineralisasi tanah adalah proses alami. Tanah baru, seperti yang ditemukan di taman dan kebun, memiliki kadar mineral yang rendah. Selama ratusan tahun, hujan dan fenomena alam lainnya menyebabkan besi dan partikel mineral lain yang berada jauh didalam tanah bermigrasi ke permukaan. Ini terakumulasi dan seiring waktu menghasilkan tingkat mineralisasi tanah yang lebih tinggi. Kemudian, kami saya mungkin akan menjelaskan mengenai mineralisasi tanah dan cara mengetahui tingkat mineralisasinya dalam artikel

yang terpisah nanti.


​Silahkan Sign Up untuk mendapatkan informasi lebih lanjut!



Karakter Target (Benda Emas)

Target adalah objek logam apa pun yang Anda deteksi dengan detektor logam. Target bisa berupa cincin, koin, perhiasan, batangan emas atau harta karun, serta butiran dan serpihan emas (nugget). Maka ada kategorisasi sebagai detektor emas dan detektor harta karun. Perbedaannya di tingkat sensitifitas terhadap benda logam kecil. Mengetahui ukuran, bentuk, dan orientasi target dapat membantu Anda memperkirakan seberapa dalam detektor logam dapat mendeteksi.


Ukuran Target

  • ​Target yang lebih besar dapat dideteksi lebih dalam daripada target yang lebih kecil.

  • Semakin luas permukaan benda emas dalam tanah, semakin bagus jarak pendeteksian detektor Anda.


Bentuk dan Posisi Target dalam Tanah


Bentuk dan posisi target dapat mempengaruhi seberapa dalam detektor logam dapat menemukannya. Target melingkar seperti koin atau cincin, dan objek persegi panjang datar seperti kotak logam, peti atau batangan lebih mudah dideteksi pada kedalaman yang lebih dalam. Hal ini dikarenakan permukaan benda logamnya besar, yang mana lebih mudah untuk dideteksi. Bentuk yang panjang atau tipis seperti paku atau kabel lebih sulit dideteksi. Namun, jika posisi koin atau cincin tidak rata tapi berdiri maka lebih sulit mendeteksinya.


​Sama dengan mata ya. Benda yang besar, Anda bisa lihat dari jarak jauh. Benda yang kecil hanya bisa dilihat dari jarak yang dekat. Prinsip itu juga berlaku untuk peralatan detektor emas. ​[Stephen, QMB. Metal Detecting Expert]

​Selanjutnya, kami akan membahas berbagai jenis kumparan pencarian.



Sensor Detektor Logam (Koil)

Sensor detektor logam (Koil) terdiri dari dua set kabel melingkar. Set pertama, yaitu “Transmit Coil” menghasilkan medan magnetik. Set kedua yaitu “Receive Coil” mendeteksi perubahan / gangguan di medan magnetik. Gangguan ini menunjukkan bahwa ada benda logam di tanah yang memiliki medan magnetik sendiri. Ada berbagai ukuran, bentuk, dan konfigurasi koil, masing-masing dirancang untuk target dan tingkat mineralisasi yang berbeda.


Ukuran Coil / Sensor


Terdapat patokan umum yang digunakan, yaitu kedalaman detektor sama dengan diameter sensor detektornya / koilnya. Namun, patokan itu sudah tidak berlaku lagi. Saat ini, jarak pendeteksian yang dapat dicapai dengan metal detector bisa sama dengan 1-5 kali diameter koilnya. Tetap, ada satu prinsip yang masih berlaku yaitu, semakin besar diameter koil detektornya, semakin dalam dapat mendeteksi target / benda logam.

Namun, semakin besar koil / sensornya, semakin rendah sensitivitas detektornya terhadap benda emas kecil. Operator detektor selalu harus mempertimbangkan antara sensitivitas terhadap emas halus dan kedalaman. ​



Kumparan pencarian (Coil) kecil


Koil detektor kecil berukuran sekitar 8 - 17 cm dan ideal untuk pendeteksian logam di ruang sempit. Koil kecil juga berguna di area dengan banyak sampah, seperti pabrik yang ditinggalkan atau tumpukan sampah. Sensor kecil menghasilkan medan magnet kuat, tapi terkonsentrasi (intense magnetic field). Oleh karena itu bisa digunakan untuk mendeteksi objek logam dan emas yang sangat kecil. Maka untuk serpihan emas yang halus serta emas yang masih dalam batuan pengguna detektor berpengalaman menggunakan sensor kecil seperti ini. ​



Kumparan pencarian (Coil) sedang


Sensor sedang berukuran sekitar 18 - 24 cm dan paling berguna untuk target seperti koin, cincin serta benda logam kecil lainnya. Sensor seperti ini menciptakan medan magnet yang ukuran sedang sehingga menjadi modus pendeteksian logam serbaguna. Karena itu, sensor sedang ini menjadi standar pada sebagian besar model detektor logam. Sensor dalam kelas ini sudah mencapai keseimbangan sensitivitas dan kedalaman. ​



Kumparan pencarian (Koil) besar


Sensor besar berukuran sekitar 25-50 cm memberikan kedalaman deteksi maksimal dan area cakupan terbesar. Tapi sensor sebesar ini mengalami masalah,jika harus digunakan untukmendeteksi benda emas kecil seperti serpihan emas halus.Hal tersebut akan menjadi tantangan tersendiri.Kumparan ini bekerja dengan baik dalam perburuan peninggalan.




Chat Whatsapp

Silahkan hubungi kami melalui Whatsapp. Kami menjawab segala pertanyaan Anda segera. Gratis. Kompeten. Sesuai kebutuhan Anda.

Ayo, mulai chat.





Bentuk dan Konfigurasi Sensor Detektor


Ada 2 bentuk utama koil detektor logam: konsentris (concentric / mono-loop) dan bulat panjang (elliptical). Di sini, kami akan membahas pro dan kontra dari setiap bentuk kumparan.


Koil konsentris adalah sensor yang paling sensitif di tanah non-termineralisasi dan dapat mendeteksi sedikit lebih dalam daripada koil berbentuk bulat panjang (elips).


​Koil bulat panjang lebih mudah dan handal di ruang kecil. Bentuknya yang lebih panjang menyediakan area cakupan yang lebih luas, tetapi tidak dapat mendeteksi sedalam sensor yang konsentris.



Konfigurasi koil pencarian


Konfigurasi kumparan pencarian detektor emas ada dua yang paling dasar:

  1. Konsentris (mono-loop)

  2. Bulat panjang (elliptical, Double-D)



Koil Konsentris (Mono-Loop)


Koil konsentris terdiri dari kumparan yang lebih besar yang menghasilkan medan magnet (Transmit Coil), dan kumparan yang lebih kecil yang menerima sinyal (Receiving Coil). Sensor ini paling memungkinkan aplikasi detektor serbaguna, berarti detektornya bisa digunakan untuk mengecek areal yang luas serta benda logam yang ada dalam tanah. Tapi sensor ini rentan terhadap gangguan dari mineralisasi tanah tingkat tinggi.



Koil Double-D (Bulat Panjang)


Sensor Double-D terdiri dari dua kumparan yang disusun dalam bentuk “D” yang tumpang tindih. Koil ini berguna untuk di daerah yang sangat termineralisasi, karena bisa mengimbangi banyak mineralisasi tanah dengan cara yang unik.


​Kumparan Double-D menghasilkan dua medan magnet:

1. Bidang deteksi positif yang sempit dan dalam

2. Bidang deteksi negatif yang luas yang secara efektif membatalkan gangguan tanah.



Teknologi Detektornya


Saat ini ada 4 kategori utama prinsip deteksi: 1. VLF 2. Pulse Induction 3. Multi Frekuensi 4. Zero Voltage Transmission


Setiap teknologi memiliki pembahasan secara terpisah. Namun, dalam hal ini kami fokus terhadap tema jangkauan pendeteksian detektornya saja, maka kesimpulannya seperti berikutnya:



Detektor VLF

Semakin rendah frekuensi operasional semakin bagus jarak pendeteksian detektor. Keunggulan VLF adalah tingkat sensitivitas terhadap benda logam kecil, bukan kedalaman.

3 Contoh Detektor VLF, yaitu: Gold Kruzer, Gold Racer dan AT Gold.



Detektor Pulse Induction (PI)


Biasannya mencapai sensitivitas yang lebih optimal daripada detektor VLF.

2 Contoh Detektor PI, yaitu: SDC2300 dan ATX.



Detektor Multi Frekuensi

Detektor Multi Frekuensi memiliki kesamaan dengan VLF, tapi pengguna detektor bisa menggunakan beberapa frekuensi operasional di momentum yang sama atau memilih salah satu frekuensi. Dari segi praktis, fleksibilitas itu bisa memungkinkan kedalaman lebih optimal. 3 Contoh Detektor Multi Frekuensi, yaitu: Apex Garrett, Multi Anfibio, dan Equinox800.



Zero Voltage Transmission

Teknologi Zero Voltage Transmission digunakan untuk mendeteksi benda logam ukuran sedang dan kasar di kedalaman paling dalam.


Contoh Detektor ZVT yaitu GPZ7000. Penjelasan di atas itu hanya sebuah patokan dan tidak bisa dilihat sebagai mekanisme yang menentukan jangkauan pendeteksian yang 100% aman. Ada detektor PI dengan sensor kecil yang mencapai sensitivitas dan kedalaman yang sangat tinggi misalnya.



Kedalaman detektor VLF tidak bisa diratakan karena tergantung pada frekuensi operasional detektor masing-masing. Detektor VLF yang menggunakan frekuensi 5 khz mencapai kedalaman jauh lebih dalam dibanding dengan detektor VLF yang menggunakan frekuensi 64 khz misalnya. Hal itu semua tergantung pada konteks penggunaan. Jika Anda ingin konsultasi mengenai hal ini, silahkan hubungi kami secara langsung. Kami bisa memberikan rekomendasi model detektor yang sesuai dengan konteks lapangan Anda.



Kesalahan Pengaturan

Ada beberapa detektor yang mencapai kedalaman 0 centi (nol) jika pengaturannya salah.

Dalam hal ini, kami tidak bisa membahas semua model detektor dengan segala skenario pengaturan namun kami dapat menjelaskan mekanisme yang bisa menyebabkan kehilangan jarak pendeteksian.


Skenario utama yaitu jika menggunakan Coil Mono-Loop / konsentris tapi menggunakan pengaturan fitur diskriminasi (fitur untuk membedakan benda besi dari yang non-besi) maka kedalaman bisa turun drastis sampai mencapai nol. Koil konsentris (Mono Loop) tidak bisa digunakan dalam modus diskriminasi maka pengaturan yang berhubungan dengan fitur diskriminasi tidak bisa disambungkan dengan sensor konsentris (Mono Loop). Namun demikian, jika menggunakan Commander Coil Tipe Mono Loop dengan GPX5000 dan menyalakan fitur diskriminasi maka kedalaman hampir nol.


Silahkan hubungi kami lebih lanjut jika ada pertanyaan mengenai pengaturan detektor logam Anda.


Interferensi Eksternal

Jarak pendeteksian peralatan detektor juga bisa dipengaruhi oleh interferensi eksternal seperti:

  • Tiang listrik

  • Tiang telekomunikasi

  • Sumber medan magnetik yang bukan berasal dari tanah

  • Sepatu yang menggunakan besi sebagai bahan dasar

  • Perhiasan logam di tangan operator detektor

  • Penggunaan detektor lain dalam jarak kurang dari 20 meter

  • ​Banyak sampah logam dalam tanah.


Hal ini mudah dihindari. Misalnya dengan jangan terlalu dekat dengan tiang listrik dan telekomunikasi. Jangan menggunakan Sepatu Besi atau memakai jam tangan yang dari logam atau perhiasan seperti cincin, gelang dan lainnya. Kalau menggunakan lebih dari 2 detektor di lapangan, Anda juga harus memperhatikan jarak minimal 20 - 25 meter. Selain itu, banyak detektor yang terdapat fitur pencari frekuensi yang paling tenang agar bisa menggunakan lebih dari 1 detektor di areal yang sama.



Peringatan: Jangan percaya janji manis yang tidak realistis

“Saya butuh detektor yang untuk kedalaman 10 meter (15, 20, 30 bahkan 100 meter).”

Pertanyaan itu sering kami hadapi. Dan pertanyaan tersebut harus dijawab secara jujur dan konsumen harus dididik. Detektor yang terbaik dalam kondisi lapangan paling ideal dan dengan benda logam dalam tanah yang besar mungkin mencapai kedalaman sekitar 2 sampai 3 meter. Itu sudah paling maximal dan jarang seperti itu. Biasannya kurang dari itu. Tergantung detektor, koil dan konteks di lapangan. ​Juga tergantung kelas detektor, apa profesional atau detektor untuk pemula.

Namun, banyak suplier menjawab pertanyaan secara tidak jujur, hanya asal bisa menjual alat. Penjual yang berjanji kedalaman lebih dari 3 meter hanya berbohong saja. Silahkan mempertimbangan informasi yang akurat, agar bisa mengambil keputusan yang matang. ​ Kedalaman yang tercapai dalam video ini silahkan diangkap itu jarak pendeteksian yang maximal. ​


  • Ekspektasi ril.

  • Keputusan matang.

  • Hasil ril & bagus.



Kesimpulan / Ringkasan

Kedalaman tergantung pada beberapa faktor yang berhubungan dengan lokasi, target, koil dan detektor. Semua faktor ini harus diperhatikan. ​

Prinsip yang harus ditingkatkan:

  1. Semakin rendah frekuensi operasional, semakin bagus kedalamannya.

  2. Semakin besar koilnya, semakin bagus kedalaman.

  3. Semakin besar benda logam dalam tanah, semakin bagus kedalaman.

  4. Semakin rendah mineralisasi tanah, semakin bagus kedalaman.

Selain itu:

  • Pulse Induction lebih dalam daripada VLF (biasanya).

  • Multi Frekuensi lebih dalam daripada VLF (biasanya).

  • ZVT lebih dalan daripada VLF, Pulse Induction maupun Multi Frekuensi (biasanya). ​


Excellent! Anda berhasil membaca artikel sampai ke ujung. Anda telah belajar banyak tentang kedalaman deteksi.

Apa pendapat Anda? Kami ingin mendengar pendapat Anda.

Silahkan tinggalkan pesan Anda di bawah ini di bagian komentar. ​












Anda ingin tahu titik emas dalam tanah di mana?

stephen-atmpromining-blog.webp

Hallo. Saya Stephen. Saya dan tim saya di ATM Promining™ membantu Anda mendeteksi dan mengolah emas. 

Silahkan Sign Up agar saya bisa kirim info terbaru. Info tersebut penting buat Anda agar bisa mencapai efisiensi yang tinggi juga. 

Jangan khawatir. Kita melayani penambang kecil maupun perusahan besar. Teknologi harus disebarkan secara sejahtera. 

Archives

Tema / Divisi

Whatsapp Chat Button.webp