RAXAMAN (Raksa Aman)
Solusi Pembakaran Amalgam yang Aman, Menguntungkan, dan Sesuai Undang2 Nasional, Syariat dan Akal Sehat
Pendahuluan
Pertambangan rakyat adalah tulang punggung ekonomi banyak keluarga di pedesaan.
Para penambang bekerja bukan untuk coba-coba, tetapi untuk menghidupi rumah tangga, membayar sekolah anak, dan menjaga martabat keluarga. Karena itu, setiap perubahan dalam sistem penambangan harus realistis, bertahap, dan tidak mengganggu sumber pendapatan. Solusi yang baik adalah solusi yang bisa langsung dipakai di lapangan.

Kiri: Emas basah / amalgam — campuran emas dengan air raksa (merkuri) sebelum pembakaran.
Kanan: Emas kering / sponge gold — emas setelah amalgam dibakar dan air raksa menguap.
Masalah yang Terjadi Hari Ini
Dalam praktik umum, amalgam dibakar secara terbuka.
Saat itu, uap merkuri terlepas ke udara, terhirup penambang, dan sering terbawa pulang melalui pakaian.
Akibatnya:
-
Penambang mengalami gangguan saraf, tremor, kelelahan, sesak napas
-
Di rumah, ibu hamil dan anak-anak ikut terpapar
-
Perkembangan otak anak dapat terganggu secara permanen
-
Merkuri yang dipakai sekali hilang ke udara dan tidak bisa dipulihkan
Artinya:
Kesehatan terganggu. Uang ikut hilang.
Solusi yang Tepat: RAXAMAN
Raxaman adalah alat pembakaran amalgam (retort) yang menangkap kembali uap merkuri. Cara kerja tetap sama seperti biasa, tidak perlu mengubah SOP penambangan.
Perbedaannya hanya satu:
Asap merkuri tidak keluar ke udara, melainkan dikondensasikan kembali menjadi merkuri cair, sehingga bisa dipakai ulang.

🟥 TANPA RAXAMAN
• Merkuri hilang → uang hilang
• Asap beracun terhirup
• Keluarga dan anak-anak terpapar
• Biaya kerja terus naik
🟩 DENGAN RAXAMAN
• Merkuri dipakai ulang → hemat biaya
• Tidak ada asap beracun
• Keluarga & lingkungan terlindungi
• Cara kerja tetap sama
Keuntungan Langsung untuk Penambang
Raxaman menjaga kesehatan dan menghemat biaya. Uang tidak ikut hilang bersama asap. Ini bukan teori — penambang merasakannya setiap kali membakar.
Manfaat Bagi Keluarga dan Lingkungan
Karena asap tidak lepas lagi:
-
Rumah, dapur, dan tempat tidur tidak tercemar
-
Anak dan ibu hamil lebih aman
-
Lingkungan sekitar tidak rusak
-
Kampung lebih sehat dalam jangka panjang
Ini adalah bentuk tanggung jawab penambang kepada keluarga.
Landasan Kebijakan Nasional
Indonesia telah meratifikasi Konvensi Minamata melalui UU No. 11 Tahun 2017,
yang mewajibkan pengurangan merkuri termasuk di pertambangan rakyat.
Penggunaan retort seperti Raxaman adalah jalan realistis untuk menjalankan kewajiban negara tanpa mematikan tambang rakyat.
Landasan Keagamaan
Fatwa MUI No. 22 Tahun 2019 menyatakan:
Penggunaan bahan berbahaya yang merusak kesehatan diri dan orang lain adalah haram.
"La dharar wa la dhirar" — tidak boleh membahayakan diri sendiri atau orang lain.
Dengan demikian:
-
Membakar amalgam terbuka → menimbulkan bahaya → terlarang
-
Menggunakan Raxaman → mencegah bahaya → sesuai syariat & akhlak penambang
Ini bukan hanya soal teknis — ini soal amanah dan tanggung jawab moral.
Kesimpulan Utama
Raxaman memungkinkan penambang:
-
Tetap bekerja seperti biasa
-
Mendapatkan hasil emas yang sama
-
Menghemat biaya dengan daur ulang merkuri
-
Melindungi keluarga dari paparan racun
-
Sesuai kebijakan pemerintah dan fatwa agama
Kesehatan terjaga. Lingkungan terjaga. Rezeki tetap berjalan.