Beyond Extraction: Failing Forward into Epistemic Capacity berangkat dari dunia
pertambangan dan pengolahan mineral, lalu menembus ke persoalan yang lebih dalam: mengapa negara kaya sumber daya sering tetap tertinggal dalam nilai tambah. Jawabannya, menurut buku ini, bukan sekadar kurang pabrik atau investasi—melainkan kurangnya kapasitas epistemik: kemampuan institusional untuk mengukur, menguji, belajar, dan mengubah pengetahuan menjadi keunggulan industri.
Buku ini menunjukkan bahwa ekstraksi bisa menghasilkan pendapatan tanpa melahirkan penguasaan. Daya tahan ekonomi tidak lahir dari “menggali lebih banyak”, melainkan dari ekosistem yang mampu melakukan eksperimen, iterasi, umpan balik, dan koreksi secara disiplin. Dengan kerangka itu, buku ini mengajak pembaca melihat ulang pilihan besar: dari pada menghabiskan modal hanya pada proyek tunggal skala raksasa, bagaimana jika sebagian modal itu dipakai membangun laboratorium, pilot plant, metrologi, dan institusi riset yang mempercepat pembelajaran industri?
Salah satu contoh frontier yang disorot adalah ilmu material dan nanomaterial—rekayasa pada skala nano yang berpotensi memicu lompatan platform berikutnya (dampaknya bisa luas, sebanding dengan gelombang AI), karena mengubah apa yang bisa dibuat industri: permukaan, katalis, membran, lapisan pelindung, sensor, dan antarmuka material.
Ditulis dengan konteks Indonesia, Beyond Extraction adalah kritik sekaligus peta jalan: bagaimana mengubah kekayaan bawah tanah menjadi kedaulatan teknologi.
Menghubungkan pertambangan & pengolahan mineral dengan strategi pembangunan berbasis pengetahuan
Menekankan “gagal dengan cerdas” sebagai mesin kemajuan institusional
Mengusulkan investasi pada lab–pilot–metrologi–institusi, bukan hanya proyek tunggal
Membahas ilmu material & nanomaterial sebagai frontier yang dapat mengubah
peta industriFokus konteks Indonesia: dari kebijakan hingga kapasitas lembaga
.......................................................................................
Judul : Beyond Extraction: Failing Forward into Epistemic Capacity
Subjudul : A Blueprint for Measurement, Experimentation, and Learning in Indonesia
Penulis : Steffen Leendertz
Terbit : Februari 2026
Tebal : 278 halaman
Ukuran : A5 (148 × 210 mm)
- Bahasa Buku : English












