021 - 7992- 077 info@tambang.id
Pengolahan Mineral
Apa perbedaan antara peleburan (smelting) dan pemurnian (refining)?
PELEBURAN (SMELTING)
Tujuan: Mengubah bijih menjadi konsentrat logam kasar dengan memisahkan gangue (bahan tidak bernilai).
Proses:
Bijih sulfida dimasukkan ke dalam tanur pada suhu tinggi, di mana mineral tak berharga (biasanya besi) bereaksi dengan flux (misalnya batu kapur) membentuk slack (teroksidasi).
Logam berharga (tembaga, nikel) terkonsentrasi dalam fase matte (logam semi-oksidasi).
Pada tahap konversi (converting), matte diproses lagi di tanur konverter untuk mengubah logam berharga menjadi bentuk logam murni kasar, sedangkan sisa besi dan silika tetap dalam bentuk slag.
Contoh: Produksi tembaga dan nikel di tanur listrik; peleburan besi dengan kokas dan kapur.
PEMURNIAN (REFINING)
Tujuan: Menghilangkan sisa impuritas setelah peleburan dan ekstraksi utama agar logam mencapai kemurnian komersial.
Metode:
Refining by fire: Memanaskan logam dalam tanur khusus untuk menguapkan atau mengoksidasi kotoran.
Refining by electrolysis: Logam kasar dijadikan anoda dalam sel elektrolitik untuk memindahkan ion logam murni ke katoda.
Refining by chemical: Menggunakan reaksi kimia (misalnya kelarutan selektif) untuk memisahkan impuritas.
Hasil: Logam seperti perak, emas, tembaga, atau aluminium mencapai >99,9 % kemurnian.
Dengan demikian, peleburan menghasilkan konsentrat logam kasar, sedangkan pemurnian menjadikan logam tersebut praktis bebas impuritas untuk aplikasi komersial.