top of page
Sansdioss-pengganti-sianiida-untuk-ekstraksi-emas.avif

Perbandingan Kimia Rendam Emas

Taekwang, SDS, W.S, dan JinChan: kekuatan larutan, recovery emas, dan biaya kimia di pabrik pengolahan emas.

1. Pertanyaan Utama bagi Penambang: Kimia Mana yang Memberikan Untung Terbaik?

Selama bertahun-tahun, sianida menjadi bahan kimia utama yang digunakan untuk mengambil emas dari batu emas. Hampir semua pabrik pengolahan emas sudah terbiasa menggunakan proses rendam emas dengan sianida, dan cara ini sudah dipakai di seluruh dunia selama puluhan tahun.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, banyak penambang mulai melihat lebih serius kimia alternatif pengganti sianida. Alasannya bukan hanya soal keamanan atau aturan pemerintah. Dalam banyak operasi tambang, masalah terbesar sebenarnya adalah biaya dan harga kimia yang tidak stabil.

Harga sianida bisa sangat mahal dan sering berubah-ubah. Ketika harga naik, biaya pengolahan emas juga langsung naik. Untuk pabrik yang memproses batu emas dalam jumlah besar, bahan kimia bisa dengan cepat menjadi salah satu biaya operasional terbesar.

Karena itu banyak operator mulai bertanya:
apakah ada kimia lain yang bisa melarutkan emas dengan baik tetapi dengan biaya yang lebih rendah?

Saat ini beberapa produk yang sering dibicarakan di industri antara lain:

  • Taekwang

  • Sandioss (SDS)

  • W.S

  • JinChan

 

Masing-masing produk ini mengklaim dapat melarutkan emas dengan baik. Tetapi bagi penambang, keputusan sebenarnya tidak hanya berdasarkan klaim penjualan. Pertanyaan yang paling penting sebenarnya jauh lebih sederhana dan praktis.

Ingin mengetahui berapa banyak biaya yang bisa Anda hemat jika mengganti sianida dengan Sandioss?
Gunakan kalkulator penghematan biaya sianida vs Sandioss untuk memperkirakan potensi penghematan pada operasi tambang Anda. Jika Anda tertarik menerapkan proses ini, Promining juga menyediakan pelatihan penggunaan Sandioss untuk operator tambang.

Penambang dan operator pabrik biasanya ingin tahu tiga hal utama:

1. Berapa banyak emas yang bisa diambil?

Tujuan utama dari kimia rendam emas adalah mengambil emas sebanyak mungkin dari batu emas. Perbedaan kecil dalam recovery bisa memberi dampak besar pada produksi. Jika sebuah pabrik memproses ratusan ton batu emas setiap hari, tambahan bahkan 1 gram emas per ton bisa meningkatkan hasil produksi secara signifikan.

2. Berapa banyak kimia yang harus dipakai?

Setiap jenis kimia bisa membutuhkan jumlah pemakaian yang berbeda untuk mendapatkan kekuatan larutan yang cukup untuk melarutkan emas. Sebuah produk mungkin terlihat kuat, tetapi dalam praktiknya bisa saja membutuhkan jumlah kimia yang lebih banyak.

3. Berapa total biaya kimia?

Dalam banyak operasi tambang, biaya kimia sama pentingnya dengan recovery emas. Sebuah kimia mungkin bisa mengambil sedikit lebih banyak emas, tetapi tetap bisa kurang menguntungkan jika biaya pemakaiannya jauh lebih mahal.

Karena alasan-alasan ini, para penambang biasanya menilai kimia emas berdasarkan keuntungan keseluruhan, bukan hanya berdasarkan hasil uji di laboratorium.

Sebuah kimia yang bisa memberikan:

  • kemampuan melarutkan emas yang kuat

  • hasil recovery yang stabil

  • pemakaian kimia yang masih masuk akal

  • dan biaya yang lebih rendah

 

sering kali menjadi pilihan terbaik untuk pengolahan emas di lapangan.

Untuk memahami lebih jelas perbandingan beberapa kimia rendam emas yang umum digunakan, dilakukan pengujian sederhana dengan jumlah pemakaian yang sama dan kondisi yang sama untuk setiap produk. Tujuannya adalah melihat seberapa kuat larutan yang dihasilkan dari jumlah kimia yang sama, lalu menerjemahkan hasil tersebut ke dalam dampaknya terhadap hasil emas dan biaya pengolahan.

2. Perbandingan Cepat: Hal yang Paling Ingin Diketahui Penambang

Sebelum melihat data pengujian yang lebih detail, biasanya penambang ingin melihat perbandingan cepat yang langsung ke intinya.

Pertanyaan yang paling penting biasanya adalah:

  • Kimia mana yang paling kuat melarutkan emas?

  • Berapa banyak emas yang bisa diambil secara nyata?

  • Bagaimana perbandingan masing-masing kimia saat dipakai di pabrik pengolahan emas?

 

Berdasarkan data perbandingan dan pengalaman pemakaian di lapangan, empat jenis kimia ini bisa diringkas seperti berikut.

Perbandingan Kekuatan dan Recovery

perbandingan-sianida-dengan-obat-perendaman-emas-lain

​Tabel ini menunjukkan pola umum performa dari masing-masing produk.

 

Taekwang menghasilkan larutan yang paling kuat, sehingga dalam beberapa kasus bisa memberikan recovery yang sedikit lebih tinggi.

SDS juga menghasilkan larutan yang kuat, dan perkiraan recovery-nya sangat dekat dengan Taekwang.

W.S menghasilkan larutan dengan kekuatan sedang. Emas tetap bisa diambil, tetapi biasanya lebih banyak emas yang tertinggal dibanding kimia yang lebih kuat.

JinChan menghasilkan larutan yang paling lemah dari keempat produk ini, sehingga recovery emas biasanya lebih rendah dalam kondisi yang sama.

Kenapa Perbedaan Ini Penting

Dalam pengolahan emas, perbedaan recovery yang terlihat kecil bisa menjadi sangat besar dalam operasi nyata.

Sebagai contoh:

Jika sebuah pabrik mengolah 100 ton batu emas per hari, dengan kadar 10 gram emas per ton, berarti pabrik tersebut memasukkan sekitar 1 kilogram emas ke dalam proses setiap hari.

Perbedaan recovery hanya 2% saja bisa berarti sekitar 20 gram emas per hari.

Jika dihitung dalam hitungan minggu atau bulan, selisih ini bisa menjadi jumlah emas yang sangat besar.

Karena itu operator biasanya memilih kimia yang bisa memberikan recovery tinggi secara konsisten, tetapi tetap menjaga biaya operasi tetap terkendali.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Penambang

Dari perbandingan di atas, ada satu hal yang cukup jelas.

Recovery SDS sangat dekat dengan Taekwang, walaupun Taekwang menghasilkan larutan yang paling kuat.

Di sisi lain, SDS menunjukkan performa yang jauh lebih kuat dibanding W.S dan JinChan.

Ini membuat SDS berada pada posisi yang sangat menarik:

  • lebih kuat dibanding beberapa kimia pesaing

  • recovery mendekati produk yang paling kuat

  • berpotensi lebih ekonomis tergantung harga kimia

3. Perbedaan yang Paling Penting: Biaya Kimia

Walaupun recovery dan kekuatan larutan penting, banyak penambang akan mengatakan hal yang sama:

Keputusan sebenarnya sering ditentukan oleh biaya kimia.

Sebuah kimia mungkin bisa mengambil sedikit lebih banyak emas, tetapi jika biaya pemakaiannya jauh lebih mahal, keuntungan dari operasi tambang justru bisa menurun.

Karena itu operator biasanya melihat dua hal sekaligus:

  • berapa banyak kimia yang harus dipakai

  • berapa harga kimia tersebut

 

Di sinilah perbandingan antara Taekwang dan SDS menjadi sangat menarik.

 

Pemakaian Kimia

Dalam kebanyakan operasi, SDS dipakai sekitar tiga kali lebih banyak dibanding Taekwang.

Hal ini penting untuk dipahami dengan jelas.

perbandingan-kuantitas-sianida-dengan-obat-sandioss.avif

Artinya, untuk menggantikan satu drum Taekwang, biasanya dibutuhkan sekitar 150 kg SDS.

Sekilas ini mungkin terlihat seperti kekurangan. Namun jika melihat total biaya kimia, hasilnya justru sangat berbeda.

 

Perbandingan Biaya

Harga pasar saat ini menunjukkan perbedaan yang sangat jelas.

perbandingan-biaya-sianida-dengan-sandioss.avif

Walaupun SDS membutuhkan tiga kali lebih banyak secara berat, total biaya kimia tetap jauh lebih rendah.

Artinya, mengganti satu drum Taekwang dengan SDS dapat mengurangi biaya kimia sekitar:

Rp22.600.000 untuk jumlah pemakaian yang setara.

Kenapa Ini Penting untuk Pabrik Pengolahan

Untuk operasi kecil saja, selisih biaya ini sudah cukup besar.

Namun untuk pabrik yang memakai beberapa drum kimia setiap minggu, penghematan ini bisa menjadi sangat besar seiring waktu.

Mengurangi biaya kimia hingga puluhan juta rupiah setiap siklus produksi bisa memberikan dampak besar pada keuntungan keseluruhan operasi.

Karena itulah banyak operator tidak hanya melihat kekuatan larutan saja, tetapi juga menilai keseimbangan antara recovery dan biaya kimia.

4. Apa Artinya untuk Pabrik Pengolahan Emas

Perbandingan di atas membantu memahami kekuatan kimia, tetapi penambang biasanya ingin tahu apa arti angka-angka tersebut dalam operasi pabrik yang nyata.

Untuk menjelaskan hal ini, kita bisa melihat contoh sederhana dari sebuah pabrik pengolahan emas skala kecil.

Misalkan kondisi berikut:

  • Kadar emas: 10 gram per ton batu emas

  • Kapasitas pabrik: 100 ton batu emas per hari

 

Artinya pabrik tersebut memasukkan sekitar 1.000 gram (1 kg) emas ke dalam proses setiap hari.

Tergantung kimia yang digunakan untuk merendam emas, jumlah emas yang berhasil diambil akan berbeda.

 

Perkiraan Produksi Emas

Berdasarkan perkiraan recovery dari perbandingan sebelumnya, produksi harian bisa terlihat seperti berikut.

perbandingan-sianida-dan-sandioss.avif

Tabel ini menunjukkan bahwa perbedaan antara Taekwang dan SDS sebenarnya cukup kecil dari sisi recovery.

 

Selisihnya hanya sekitar: 20 gram emas per hari.

Sebaliknya, perbedaan antara SDS dan kimia yang lebih lemah seperti W.S atau JinChan bisa jauh lebih besar.

Perbandingan Produksi Bulanan

Jika dilihat dalam waktu yang lebih lama, perbedaannya menjadi lebih jelas.

Jika pabrik beroperasi 30 hari dalam sebulan, maka perkiraan produksi emas menjadi:

Perbandingan_Produksi_Emas_Taekwang_SDS_WS_JinChan.png

Jika dibandingkan dengan JinChan, penggunaan SDS bisa menghasilkan sekitar:

6 kg emas lebih banyak setiap bulan.

Jika dibandingkan dengan W.S, SDS bisa menghasilkan sekitar:

3 kg emas lebih banyak setiap bulan.

Kesimpulan Praktis untuk Penambang

Bagi banyak penambang, hal penting yang terlihat dari perbandingan ini adalah:

Perbedaan recovery antara Taekwang dan SDS relatif kecil, sementara perbedaan antara SDS dan kimia yang lebih lemah bisa jauh lebih besar.

Hal ini membuat SDS berada pada posisi yang cukup kuat untuk banyak operasi pengolahan emas:

  • recovery mendekati kimia yang paling kuat

  • jauh lebih baik dibanding beberapa alternatif yang lebih lemah

  • berpotensi lebih hemat tergantung harga kimia yang digunakan

5. Cara Penggunaan di Lapangan: Beralih dari Taekwang (Cair) ke SDS (Bubuk)

Bagi penambang yang sudah menggunakan Taekwang, pertanyaan paling penting biasanya bukan hanya soal performa, tetapi juga apa yang berubah dalam operasi sehari-hari jika beralih ke SDS.

Perbedaan utama antara kedua produk ini adalah bentuk fisiknya.

  • Taekwang dijual dalam bentuk cair.

  • SDS (Sandioss) dijual dalam bentuk bubuk padat.

 

Perbedaan ini mempengaruhi cara penyimpanan, pengangkutan, dan cara menyiapkan kimia sebelum dipakai, tetapi proses rendam emas di dalam tangki pada dasarnya tetap sama.

Bentuk Kimia dan Penyimpanan

Taekwang biasanya datang dalam drum cair, biasanya sekitar 50 kg per drum. Drum ini harus disimpan di tempat yang aman untuk bahan kimia cair.

SDS dijual dalam karung bubuk, yang bisa disimpan di tempat kering seperti penyimpanan bahan kimia padat lainnya yang biasa dipakai di tambang.

bentuk-obat-pengganti-sianida.png

Karena SDS berbentuk bubuk, pengangkutan dan penyimpanan sering lebih mudah, terutama untuk lokasi tambang yang jauh atau sulit dijangkau.

Selain itu, drum kimia cair sering menarik perhatian aparat atau pemeriksaan, sedangkan karung bubuk biasanya dianggap lebih aman dan tidak terlalu mencolok.

Cara Menyiapkan Kimia

Perbedaan lain adalah cara kimia dimasukkan ke dalam proses rendam emas.

Pada Taekwang, karena sudah berbentuk cair, kimia biasanya bisa langsung dipompa ke dalam tangki rendam.

Pada SDS, bubuk perlu dilarutkan dulu dengan air sebelum dimasukkan ke dalam tangki.

Cara menyiapkannya biasanya seperti ini:

  1. Isi tangki pencampur dengan air

  2. Masukkan jumlah SDS yang dibutuhkan

  3. Aduk sampai bubuk larut

  4. Pompa larutan SDS ke tangki rendam

 

Setelah SDS sudah larut, larutan tersebut bisa dipakai dengan sistem yang sama seperti kimia cair lainnya.

 

Jumlah Pemakaian Kimia

Perbedaan lain adalah jumlah kimia yang digunakan.

Dalam banyak operasi, SDS dipakai sekitar tiga kali lebih banyak dibanding Taekwang.

perbandingan-jumlah-obat-sianida-sandioss.avif

Artinya untuk menggantikan satu drum Taekwang, biasanya dibutuhkan sekitar 150 kg SDS.

Walaupun jumlah SDS yang dipakai lebih banyak, biaya total kimia tetap bisa jauh lebih murah karena harga SDS per kilogram jauh lebih rendah.

Kesimpulan Praktis untuk Operator

Bagi pabrik yang saat ini menggunakan Taekwang, beralih ke SDS pada dasarnya hanya membutuhkan tiga penyesuaian utama:

  • menangani bubuk, bukan cairan

  • melarutkan bubuk dengan air sebelum dimasukkan ke tangki

  • menggunakan jumlah kimia yang lebih besar secara berat

 

Namun setelah SDS sudah dilarutkan, larutan tersebut bisa digunakan dengan tangki rendam dan sistem recovery yang sama seperti yang sudah dipakai di banyak pabrik pengolahan emas.

Karena prosesnya tetap hampir sama, banyak operator bisa mencoba SDS tanpa harus mengubah peralatan utama di pabrik mereka.​​​​

Pelatihan Konversi di Lokasi Tambang

 

Beralih dari sianida ke Sandioss langsung di tambang Anda

Harga
35 juta IDR (≈ harga 1 drum sianida)

Termasuk

• Pelatihan operator di lokasi

• 8 hari kerja
• Demonstrasi proses pelindian
• Panduan dosis dan pencampuran
• Tim Anda belajar menjalankan proses

 

Persyaratan

Minimum 350 kg Sandioss

Info Lebih Lanjut

Pelatihan Demonstrasi Laboratorium

 

Pelajari proses Sandioss sebelum diterapkan di tambang

Harga
32 juta IDR

 

Termasuk

• Demonstrasi pelindian emas

• 4-5 hari kerja
• Pengolahan batch 30–50 kg bijih
• Persiapan dan dosis Sandioss
• Dasar kontrol proses

 

Persyaratan

Pembelian 5 karung Sandioss

Info Lebih Lanjut

​6. Data Produksi: Perbandingan Kekuatan Larutan di Operasi Nyata

Perbandingan antara kimia- kimia ini bukan berasal dari percobaan laboratorium.

Angka-angka tersebut berasal dari data produksi nyata yang diambil saat pabrik sedang beroperasi.

Artinya hasil ini mencerminkan kondisi pengolahan yang sebenarnya, termasuk campuran air dan batu emas di dalam tangki, proses pengadukan, dan bagaimana kimia bereaksi dengan batu emas.

Bagi penambang dan operator pabrik, data seperti ini biasanya lebih berguna dibanding uji laboratorium, karena menunjukkan bagaimana kimia bekerja dalam proses pengolahan emas yang sebenarnya.

Cara Pengukuran

Selama operasi berjalan, kekuatan larutan di dalam tangki diukur menggunakan titrasi AgNO₃.

Metode ini digunakan untuk mengukur seberapa kuat kemampuan larutan untuk melarutkan emas setelah kimia dimasukkan.

Semakin tinggi angkanya, berarti larutan tersebut semakin kuat untuk melarutkan emas.

Bagi operator, cara membacanya cukup sederhana:

Larutan yang lebih kuat memberikan kondisi yang lebih baik untuk melarutkan emas dalam tangki rendam.

Hasil yang Tercatat di Produksi

Nilai berikut dicatat menggunakan metode pengukuran yang sama.

Perbandingan_Kekuatan_Larutan_Taekwang_SDS.avif

Angka-angka ini menunjukkan seberapa kuat larutan yang dihasilkan oleh masing-masing kimia saat digunakan dalam operasi.

Cara Membaca Data Produksi Ini

 

Dari data yang tercatat dapat dilihat bahwa:

  • Taekwang menghasilkan larutan paling kuat

  • SDS menghasilkan larutan yang kuat

  • W.S menghasilkan kekuatan sedang

  • JinChan menghasilkan larutan yang paling lemah

 

Jika dilihat dari perbandingan kekuatannya:

  • SDS lebih dari tiga kali lebih kuat dibanding JinChan

  • SDS jauh lebih kuat dibanding W.S

  • Taekwang tetap yang paling kuat dari sisi kekuatan larutan

 

 

Apa Artinya bagi Operator

Data produksi seperti ini membantu menjelaskan mengapa kimia yang berbeda bisa menghasilkan performa yang berbeda di pabrik pengolahan emas. Larutan yang lebih kuat biasanya berarti kimia tersebut lebih cepat dan lebih kuat melarutkan emas, yang bisa membantu meningkatkan recovery jika kondisi prosesnya sesuai.

Namun seperti yang dijelaskan sebelumnya, penambang biasanya menilai kimia berdasarkan keseimbangan antara kekuatan larutan, recovery emas, dan total biaya kimia. Karena itu banyak operator melihat SDS sebagai pilihan yang menarik: kekuatannya cukup tinggi, tetapi biaya kimianya jauh lebih rendah dibanding beberapa alternatif lainnya.

7. Perbandingan Akhir untuk Penambang

Setelah melihat data produksi, perkiraan recovery, jumlah pemakaian kimia, dan cara penggunaannya di lapangan, perbandingan antara masing-masing kimia menjadi lebih jelas.

Biasanya penambang menilai kimia rendam emas berdasarkan empat hal utama:

  • Kekuatan larutan untuk melarutkan emas

  • Recovery emas yang bisa dicapai

  • Biaya kimia

  • Kemudahan penggunaan di lapangan

 

Tabel berikut merangkum bagaimana keempat produk ini dibandingkan berdasarkan faktor-faktor tersebut.

perbandingan-sianida-taekwang-dengan-obat-perendaman-lain.png

Perbandingan ini menunjukkan beberapa hal penting.

Pertama, Taekwang menghasilkan larutan paling kuat, yang dalam kondisi tertentu bisa memberikan recovery yang sangat tinggi.

Kedua, SDS menghasilkan larutan yang kuat dengan recovery yang sangat dekat dengan Taekwang, dan performanya jelas lebih baik dibanding W.S dan JinChan.

Ketiga, ketika biaya kimia ikut diperhitungkan, SDS menjadi sangat menarik karena total biaya kimia bisa jauh lebih rendah, walaupun jumlah pemakaiannya lebih banyak.

Hal Penting bagi Operator

Jika dilihat dari sudut pandang operasi di lapangan, perbandingan ini bisa diringkas seperti berikut:

  • Taekwang: larutan paling kuat, tetapi biaya kimia juga paling mahal

  • SDS: performa kuat dengan biaya kimia jauh lebih rendah

  • W.S: performa sedang

  • JinChan: larutan paling lemah dari keempat produk

 

Bagi banyak pabrik pengolahan emas, keputusan akhirnya biasanya bukan hanya berdasarkan kekuatan kimia saja, tetapi berdasarkan hasil ekonomi secara keseluruhan.

Keseimbangan yang Harus Dipilih

Perbandingan antara Taekwang dan SDS menunjukkan hal ini dengan jelas.

Dalam beberapa kasus, Taekwang mungkin menghasilkan recovery sedikit lebih tinggi. Namun SDS bisa memberikan performa yang sangat mirip dengan biaya kimia yang jauh lebih rendah.

Untuk operasi yang memproses batu emas dalam jumlah besar, perbedaan biaya kimia ini bisa berubah menjadi penghematan yang sangat besar dalam jangka waktu panjang.

environmental-sandioss.jpeg

​​​8. Kesimpulan Akhir

Bagi pabrik pengolahan emas, tujuannya selalu sama:

Mengambil emas sebanyak mungkin dengan biaya operasi yang tetap terkendali.

Ketika penambang membandingkan kimia rendam emas, biasanya mereka melihat tiga hal utama:

  • berapa banyak emas yang bisa diambil

  • berapa banyak kimia yang harus dipakai

  • berapa total biaya kimia

 

Perbandingan yang dijelaskan dalam artikel ini menunjukkan perbedaan yang cukup jelas antara keempat produk tersebut.

Taekwang menghasilkan larutan paling kuat dan dalam banyak kondisi bisa memberikan recovery yang sangat tinggi. Namun dalam perbandingan ini, Taekwang juga merupakan kimia yang paling mahal.

SDS (Sandioss) menghasilkan performa rendam emas yang kuat dengan recovery yang sangat dekat dengan Taekwang, dan pada saat yang sama jelas lebih baik dibanding W.S dan JinChan. Selain itu, SDS juga bisa memberikan penghematan biaya kimia yang cukup besar, walaupun jumlah pemakaiannya lebih banyak.

W.S memberikan performa sedang, sedangkan JinChan menghasilkan larutan paling lemah di antara produk yang dibandingkan.

Bagi banyak operator pabrik, kesimpulan pentingnya adalah bahwa kekuatan kimia saja tidak menentukan pilihan terbaik. Yang paling penting adalah keseimbangan antara recovery emas dan biaya operasi.

Karena SDS memiliki:

  • kemampuan melarutkan emas yang kuat

  • recovery yang mendekati kimia paling kuat

  • biaya kimia yang jauh lebih rendah

 

SDS dapat menjadi pilihan yang sangat praktis dan ekonomis untuk banyak operasi pengolahan emas.

Bagi pabrik yang saat ini menggunakan kimia yang lebih mahal, mencoba SDS dalam kondisi operasi nyata bisa membuka peluang untuk tetap mendapatkan recovery emas yang tinggi sambil menurunkan total biaya kimia.

Artikel ini merujuk pada studi ilmiah tentang penggunaan Sandioss sebagai reagen pelindian ramah lingkungan yang mudah digunakan untuk ekstraksi emas dari bijih emas refraktori (batu rep dengan emas halus). Untuk memahami metodologi dan cara pengunaan lebih mendalam, pembaca disarankan meninjau publikasi ilmiah lengkapnya.

bottom of page